Jumat, 30 Oktober 2015

JADI PEMENANG KUIS #BOOKSELFIE ON KUTUKUTUBUKU (PERIODE 2 JANUARI 2015)

Gaaaiiiiiis tau ga aku ini seneng banget sama yang namanya ikut kuis :D 
aku menang kuis #bookselfie loh :D 
liat deh di http://blog.kutukutubuku.com/2015/01/26/pemenang-kuis-bookselfie-periode-2-januari-2015/ haha :D 

nih ulasannya :D

Hallo Kutukutubukuers! Semoga dalam keadaan baik terus ya.. Aamiin! Nah, siapa nih dari Kutukutubukuers yang ikutan kuis #BookSelfie di Twitter @Kutukutubuku! Sebelumnya mimin mau ucapin makasih banyak ya, tapi namanya juga kompetisi pasti akan ada pemenangnya! Dan untuk kuis #BookSelfie kali ini yang menjadi pemenangnya adalah@rina_erliyana! Selamat ya.. Pemenang kali ini kami pilih dengan kualitas foto yang kreatif dan total! Ini nih foto pemenang kuis #BookSelfie-nya:

Diary


DIARY

Aku teringat pada bapak mikrobiologi kita, yang sangat gigih menciptakan alat bernama mikroskop. Beliau menulis tulisannya diawali pada tanggal 10 juni 1675. Jika Antony van Leeuwenhoek saja bisa menulis buku hariannya yang berjudul "Mengumpulkan air hujan dalam cawan" kenapa aku tak bisa.

Catatanku bermula sejak aku kecil. Entah mengapa aku selalu lega saat menuangkan isi hatiku pada sebuah kertas. Aku berbagi bahagiaku pada kertas-kertas itu dan menuliskan kisahku dengan tersenyum-senyum. Tulisannya rapih. Tak jarang kugambarkan juga sedikit sketsa. Walaupun saat kulihat kembali sketsa-sketsa tersebut kuakui sungguh amat sangat konyol. Tapi aku bersyukur karena telah membuat sejarah pribadi bahagiaku pada secarik kertas. 

Pun sebaliknya saat aku sedih, aku marah, aku menyesal, aku pasti melampiaskannya dengan kertas-kertas itu. Tulisanku besar-besar. Acak-acakan. Serta terkadang susah dibaca karena emosiku yang entah akan kusalurkan kesiapa. Bersyukur kembali aku melihatnya, karena untuk anak kecil seusiaku dulu, ternyata emosiku dapat terkontrol dengan menulis semuanya dengan detail.

Hari ini aku memikirkan kembali saat-saat indah itu. Rinduku tersebar, berterbangan melalui angin serta kupu-kupu hitam itu pun membantu mengirimkan rinduku sampai jauh dari jarak sumbernya bagaikan bunga yang menebarkan serbuk sari nya jauh tersebar dari tempatnya ia berasal. Berat memang menjadi pecundang seperti aku. Memiliki rindu yang entah orang itu mengetahuinya atau tidak. Tahu atau tidak sebenarnya bagiku tak masalah, karena rinduku telah tersimpan dengan aman jauh didasar lubuk hatiku. Bagai serbuk sari yang tumbuh dengan tahapannya yang indah dan menakjubkan, tersimpan dalam tempat yang kokoh dan menjadi embrio yang berkembang menjadi biji. Sama halnya dengan nasib rinduku, yang kini telah berkembang, entah menjadi apa, aku pun tak mengerti, jenis perasaan apa yang ku miliki pun aku tak cukup paham.

Saat rasa ini mulai tumbuh, bak biji yang berkembang menjadi buah. Apakah kau sanggup menahannya? Tidak bukan. Aku yakin kau pun tak kuasa untuk menahannya agar tak lagi tumbuh. Bahkan saat rasa itu berjatuhan, tersebar pada hari kita membersmai waktu dalam setiap kegitan, aku yakin kau pasti membiarkan rasa itu berkecambah dan tumbuh menjadi benih-benih kasih. Ku harap kau tak pernah tahu apa yng aku rasakan saat ini.

Analogi ini sama halnya seperti aku yang memendam rasa pada dia seorang yang begitu bisa membuatku berubah. Bermetamorfosis menjadi sesosok jiwa yang baru dengan proses yang sulit juga untuk kumengerti sendiri. Aku khawatir jika rasa ini tumbuh berkembang sempurna, tanpa cacat. Hingga aku benar-benar tak kuasa untuk menahannya. 

Rasaku amat rapih kusimpan, bahkan dalam seluk beluk hatiku, berharap semut pun tak mengetahuinya. Karena aku khawatir kamu akan tau lebih awal. Atau siapapun mengetahui hal ini. Ingin rasanya aku mencarikan obat penghilang rasa ini. Karena sungguh aku tak bisa menahannya lagi, sungguh berat kurasa hingga aku seringkali lelah menulisnya di buku diariku. Terkadang aku merasa telah salah menjatuhi rinduku. Telah lupa menyimpan kagumku pada orang yang tak mungkin mengerti. Aku akhiri diariku dengan memohon padaMu agar kau bisa mengobati sedikit rinduku dengan melenyapkan kasihku dalam diam. Kagumku dalam bisu. Serta anganku dalam pejaman. 

Sepanjang hari bumiku basah. Sebasah hatiku yang tak sabar bertemu denganmu siang ini. Walau sebatas kilasan, bagiku itu sangat berarti. Kau manis. Senyummu selalu membuatku tersipu. Walau aku tau senyum itu bukanlah untuku saja. Tapi hari ini sungguh kau memberiku sejarah terindah. Karena akhirnya kau tersenyum padaku. Yaa padaku saja. Ah kamu, kamu membuatku lupa. Karena ingatanku tiba-tiba berterbangan bak serbuk sari yang tertiup angin. Matamu menyipit saat senyum tulusmu menyapa siapa saja yang bertemu denganmu. Membuat siapapun yang melihatmu senantiasa bahagia.

Aku berusaha untuk tidak menjadikanmu sebagai sesuatu yang mengubah arah hidupku. Walau aku tau kau mampu. Tapi aku tak ingin ini berlebihan. Bukankah berlebihan? Ah tidak menurutku.

Ntah mengapa, merindukanmu adalah hal menyenangkan bagiku. Karena lewat rinduku padamu, aku merasa bisa lebih dekat denganmu. Kau seperti substrat, dan aku enzim nya. Melebur bersama dan mengoptimalkan sistem tubuh. Aku tak akan bisa sejalan jika tak ada kau disampingku. Tapi itu hanyalah angan, karena ku akui aku pecundang.

Hari ini hari bahagiaku. Tepat bulan November aku sah menyandang gelar sarjana teknik mesin. Bahagiaku tidak hanya sebatas kemenanganku saat ini, tapi pada momen bahagia ini pun aku menunggu-nunggu dia yang akan tampil jauh berbeda seperti hari biasanya. Hanya saja, bagai trauma yang datang  tak pernah mengenal waktu dan tempat, aku terpaksa harus menelan pil pahit kehidupan. Berlebihan memang, tapi jujur saja itulah yang aku rasakan dikala aku melihat kau dirangkul dan berfoto dengannya. Aku berharap itu bukanlah hal yang khusus, yang dilakukan seperti hal nya sepasang kekasih. Tapi mengapa aku tak lagi bisa tersenyum, lidah ku kelu, saat kau memberiku sebuah undangan, dengan terdapat dua orang nama di covernya. Sungguh tak terduga, karena bagiku terlalu banyak makna yang terkandung dalam sebuah undangan itu. Rasanya seperti ada yang mengacak-acak puzzle-ku yang telah kususun dengan hati-hati dan teliti untuk kusempurnakan selama ini. Apakah ini salahmu?. Tidak. Ini mutlak salahku.

Bulan Januari yaah bulan Januari, bukan bulan Febuari bukan pula bulan ini. Sendu ini mewakili rinduku. Hanyut bersama rintik hujan yang kurasa begitu sangat berbeda. Namun seiring dengan kehayutan itu aku tau bahwa hanyut tak selamanya hilang. Justru kehanyutan itulah yang selalu membuatku lebih terlena, karena semua akan terkumpul menyatu, dan kembali berulang. Seperti siklus hujan. Saat hujan turun, aku sadar bahwa payungku tak akan pernah setara dengan hijabmu. 

Bagiku menyukaimu dalam diam lebih mulia dari logam mulia. Maka untukku tulisan serta doa ini telah mewakilinya. Sebab tak ada salahnya mengagumimu dan merinduimu. Karena kerinduan tak pernah peduli seberapa tersiksanya aku. Merinduimu sama manisnya dengan menggigit Rainbow Cake, apapun warnanya, kau selalu manis. Menghitung rinduku padamu akan selalu lebih sulit daripada menghitung sel bakteri pada cawan. Merinduimu membuatku kesulitan dengan disfungsi hati yang menjadi rapuh. Rapuh serapuh rapuhnya. Bukankah berlebihan? Tidak menurutku. Karena merinduimu bukanlah hal yang salah.

Kawan, adakah yang tau bagaimana cara yang lebih tepat untuk menghilangkan rasa yang terlanjur terbawa bersama nafas. Mengalir bersama darah dan oksigen. Tersimpan rapih di hati dan hipotalamus. Atau adakah cara yang paling mungkin menyamarkan ini semua. Hingga semua ini dapat sirna semudah sebuah ilusi. Entahlah.

Hari ini, aku tak lagi berbicara pada siapapun. Manusia pun tidak. Buku ini sudah cukup paham apa yg aku rasakan dan akan menjadi sejarah bagiku. Karena itu lebih baik menurutku daripada aku berbicara pada patung yang bisu. Hewan yang tak pernah mengerti. Atau pun pada tumbuhan yang tak akan pernah mampu menjawab.

Hari ini kuserahkan rinduku padaMu. Aku tak lagi akan memaksakan. Walau menurutku itu tak salah, tapi lebih baik bagiku untuk mengerti bahwa pintu yang tertutup tak akan pernah mencari kuncinya. Embun yang jatuh tak pernah kembali pada daun. Serta air yang mengalir ke hilir tak pernah akan naik ke hulu. Tuhan maafkan aku. Jika aku kemarin lebih merinduinya daripada merindui-Mu. Aku serahkan semua ini padamu. Akan kuterima pabila rasa ini kau hilangkan. Atau bahkan Kau kuatkan. Amiin

re 

rivew buku "LOE GUE END!"

Cover Novel Loe Gue End!
review novel 'loe gue end!'- Zara Zettira ZR

Buku ini saya dapatkan dari hadiah kontes foto selfie bersama buku favorit saya di akun twitter @kutukutubuku, kebetulan foto saya terpilih dan menjadi pemenangnya, alhamdulillah.. 2 hari setelah pengumuman pemenang, buku itu akhirnya sampai juga di rumah saya. Setelah saya buka ternyata buku itu berjudul “loe gue end!”. Terimakasih banyak yaa untuk KutuKutubuku!

Jujur saja ini adalah tulisan pertama saya mengenai rivew buku or novel, walaupun tidak banyak novel yang udah saya baca tapi baru buku ini yang ngegerakin hati saya untuk mencoba menulis rivewnya hhe.. mohon maklum yah mbak Zara, mbak Alana, dan kawan-kawan yang membaca, kalo dalam penulisan rivew ini ada sesuatu yang kurang. Yes check this out for the rivew..

Novel ini bercerita tentang pengakuan anak ABG bernama ALANA yang mengaku seorang alcoholic dan drug addict. Alana cantik, kaya raya, cerdas, dan dia punya segalanya terkecuali seorang ibu. Walau dia ga punya seorang ibu dan ga tau siapa ibunya dia ga pernah ngerasain sedih, karena Alana selalu dikelilingin sama sahabatnya D ngocols yang selalu ada. Fifi, Timo, Yosi, Vira, Radit, dan Lina mererka adalah member D ngocols. Member D ngocols ini berisi dari anak-anak yang ga biasa, mereka berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya, terlebih dari itu yang mendasari terjalinnya persahabatan D ngocols adalah keterbukaan dan no kemunafikan, prinsip yang memang keren menurut saya.

Hidup Alana ga selamanya mulus dan selalu bahagia, kesedihan pertama yang membuat Alana sedih adalah kepergian Fifi, member D ngocol yang paling deket sama Alana. Fifi meninggal akibat Over Dosis. Dimulai dari tragedi ini Alana merasakan kegalauan. Karena kemampuan khususnya yang baru bisa dia rasakan setelah terjadinya tragedi-tragedi yang menimpanya dengan disertai terror dari seseorang yang misterius bernama Santika.

Satu persatu sahabat terdekat Alana mengalami bencana tragis bahkan kematian yang dihadapi Alana didepan matanya sendiri. Rentetan kejadian itulah yang akhirnya menyeret Alana masuk dalam dunia antara hidup dan mati. Sampai pada akhirnya Alana pun dapat menerima kenyataan itu walau Alana sendiri tak dapat menjelaskannya dengan kata-kata karena setiap orang ga langsung percaya tentang kemampuan ‘Astral Traveller’ nya itu kecuali sahabatnya sendiri Yosi.

Novel ini adalah kisah nyata dari pengakuan seorang alcoholic dan drug addict kalangan elite.

Senin, 15 Desember 2014

BUDAYA KULTUR JARINGAN



MAKALAH BIOTEKNOLOGI

BUDAYA KULTUR JARINGAN  -  SEBUAH SUMBER ALTERNATIF DAN EFISIEN UNTUK  PRODUKSI BIOLOGIS PENTING METABOLIT SEKUNDER
Vanisree Mulabagal and Hsin-Sheng Tsay

Tugas ini diajukan untuk memenuhi tugas akhir mandiri berupa  makalah untuk ujian tengah semester pada mata kuliah Biotekonologi








Disusun oleh:

Rina Erliyana
(1127020063)
Biologi – V B

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013-2014
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Bioteknologi. Dalam penyusunan makalah ini saya sangat berterima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu saya dalam penyusunan makalah ini dan berbagai sumber yang telah saya pakai sebagai penunjang data pada makalah ini. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhormat:
1.   Ibu dan Ayah tercinta yang senantiasa mencurahkan kasih sayang dan do’a restunya dengan penuh ketulusan dan kesabaran serta banyak memberikan motivasi kepada kami.
2.   Dan pada dosen untuk  mata kuliah Bioteknologi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan dan kesalahan, maka dari itu besar harapan saya semoga para pembaca dapat berkenan memberikan kritik dan sarannya bagi saya yang akan sangat membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
                                                                       




Bandung,  Oktober  2014


Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar belakang
Sistem kultur jaringan tanaman merupakan sumber terbaru yang potensial untuk obat yang berharga  berupa senyawa, rasa, wewangian, dan pewarna, yang tidak dapat diproduksi oleh sel mikroba  atau sintesis kimia. Aplikasi bioteknologi kultur jaringan tanaman menyajikan sesuatu yang baru yakni ulasan tentang teknik terbaru dalam budaya kultur jaringan tanaman di lapangan. Pentingnya komersial metabolit sekunder  berkembang dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan minat yang besar, pada sekunder  metabolisme, dan terutama dalam kemungkinan untuk mengubah produksi metabolit tanaman bioaktif  melalui teknologi kultur  jaringan. Keuntungan Prinsip teknologi ini adalah bahwa hal ini  dapat memberikan sumber terpercaya pada berkembangnya obat-obatan tanaman secara terus menerus dan dapat digunakan untuk  budidaya skala besar sel tumbuhan yang metabolit ini untuk dapat diekstraksi. Selain karena  penting dalam penemuan obat baru, teknologi kultur jaringan tanaman memainkan peran penting dalam memecahkan masalah kelaparan di dunia dengan mengembangkan tanaman pertanian yang menyediakan hasil yang baik dan hasil yang banyak serta lebih tahan terhadap patogen dan kondisi lingkungan serta iklim yang merugikan.  
           
1.2   Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas saya rumuskan poin masalah yang akan dibahas pada penulisan makalah ini, yaitu :
1.         Pentingnya komersial metabolit sekunder  untuk penemuan obat herbal terbaru
2.         Memecahkan masalah kelaparan di dunia dengan mengembangkan tanaman pertanian

1.3 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.   Mengetahui potensi kultur jaringan pada bidang obat-obatan herbal terbaru
2.   Berusaha untuk membantu masalah kelaparan di dunia

1.4 Hipotesis
Kultur jaringan tanaman berpotensi untuk menciptakan obat-obatan terbaru dan dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas yang baik.

1.5 Manfaat
            Manfaat dari prinsip teknologi ini adalah bahwa hal ini  dapat memberikan sumber terpercaya pada berkembangnya obat-obatan tanaman secara terus menerus dan dapat digunakan untuk  budidaya skala besar sel tumbuhan.
                                                                                                                        






















BAB II
PEMBAHASAN

Tanaman obat ini adalah rute paling eksklusif  sebagai sumber obat hidup untuk sebagian besar populasi di dunia. Senyawa bioaktif saat ini diekstrak dari tanaman yang digunakan sebagai aditif makanan, pigmen, pewarna, insektisida, kosmetik dan parfum dan bahan kimia (Balandrin dan Klocke, 1988). Senyawa ini merupakan kelompok yang dikenal sebagai metabolit sekunder. Studi pada tanaman metabolit sekunder telah meningkat selama 50 tahun terakhir. Molekul-molekul tersebut diketahui memainkan peran utama dalam adaptasi terhadap tanaman dengan lingkungan mereka dan juga merupakan sumber penting obat-obatan (Ramachandra Rao dan Ravishankar, 2002).
Dalam beberapa tahun terakhir, sistem obat tradisional telah menjadi topik  penting dunia. Meskipun obat modern mungkin tersedia di negara maju, obat-obatan herbal (phytopharmaceuticals) sering dipelihara popularitas untuk alasan sejarah dan budaya. Banyak dari spesies tanaman mengandung obat herbal, hal ini secara ilmiah telah dievaluasi untuk aplikasi medis. Hal ini telah disebutkan bahwa habitat alami untuk tanaman obat menghilang bersama-sama secara cepat dengan ketidakstabilan lingkungan dan geopolitik. Karena hal ini lah yang memungkinkan semakin sulitnya untuk memperoleh senyawa yang diturunkan dari tanaman. Dari fenomena tersebut dunia industri meminta para ilmuwan untuk mempertimbangkan kemungkinan untuk penyelidikan kultur jaringan sebagai pasokan alternatif untuk produksi obat-obatan herbal.
Kemajuan di bidang bioteknologi khususnya metode budidaya untuk kultur jaringan tanaman, harus menyediakan sarana baru untuk komersial pengolahan bahkan untuk tanaman langka dan bahan kimia yang dibutuhkan tentu mereka menyediakan. Teknologi-teknologi baru  akan memperluas dan meningkatkan kegunaan tanaman sebagai sumber daya terbaru yang berharga untuk bahan kimia. Ada minat yang besar dalam kultur jaringan tanaman sebagai alternatif yang potensial dalam bidang pertanian tradisional untuk industri produksi metabolit sekunder (Dicosmo dan Misawa, 1995). Kultur sel tanaman merupakan teknologi yang diperkenalkan pada akhir tahun 1960 sebagai alat untukmemproduksi tanaman metabolit sekunder. Strategi berbeda menggunakan sistem kultur jaringan telah dipelajari secara ekstensif dengan tujuan meningkatkan produksi bioaktif metabolit sekunder. Sistem kultur jaringandapat digunakan untuk budidaya skala besar sel tumbuhan yang metabolit sekundernya dapat diekstraksi.
Keuntungan dari metode ini adalah bahwa hal itu pada akhirnya dapat memberikan keuntungan secara terus menerus sebagai sumber terpercaya produk alami.
Keuntungan utama dari kultur sel meliputi  (i) sintesis bioaktif sekunder metabolit berjalan dalam lingkungan yang terkendali dari kondisi iklim dan tanah ; (ii) pengaruh biologis negatif yang mempengaruhi produksi metabolit sekunder di alam dieliminasi (mikroorganisme  dan serangga); (iii) memungkinkan untuk memilih kultivar dengan produksi yang lebih tinggi dari metabolit sekunder; (iv) dengan otomatisasi kontrol pertumbuhan sel dan regulasi proses metabolisme, dapat menurunkan harga biaya dan meningkat produksi. Skema produksi beberapa
farmasi tanaman penting yang diproduksi di kultur sel telah disajikan pada Tabel 1.
Tujuan dari banyak industri yang mengembangkan teknik kultur jaringan tanaman di mana mereka menghasilkan produk sekunder lainnya murah daripada penggalian baik seluruh tanaman tumbuh di bawah kondisi alam atau sintesis produk. Meskipun produksi farmasi menggunakan kultur sel tanaman kegunaan lain juga telah disarankan sebagai rute baru untuk sintesis, untuk produk dari tanaman yang sulit untuk tumbuh, atau jarang di pasok, sebagai sumber bahan kimia baru dan sebagai sistem biotransformasi. Diharapkan penggunaa teknik kultur jaringan ini dapat dijual dengan murah di pasaran untuk skala komersial yang lebih  cepat dan in vitro produk budaya dapat melihat komersialisasi lebih lanjut.
Penelitian terbaru
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel-sel suspensi sel tanaman dapat digunakan untuk produksi protein rekombinan dalam kondisi yang terkendali (Fischer et al., 1999). Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk fokus pada prestasi penelitian yang sukses diperoleh pada kalus dan kultur suspensi untuk produksi metabolit sekunder bioaktif di laboratorium penelitian kami.
2.1 Akumulasi metabolit sekunder dalam kultur jaringan tanaman
Untuk teknik kultur sel tanaman menjadi ekonomis, penting untuk mengembangkan metode yang akan memungkinkan untuk konsisten generasi hasil yang tinggi dari produk dari sel kultur (Berlin dan Sasse, 1985). Temuan sel produktif dan kondisi budaya mengakibatkan akumulasi beberapa produk dalam tingkat yang lebih tinggi dalam kultur sel. Untuk mendapatkan hasil dalam konsentrasi tinggi untuk eksploitasi komersial, upaya telah berfokus pada rangsangan kegiatan biosintesis dari kultur sel dengan menggunakan berbagai metode (Ramachandra Rao, 2000; Dixon, 1999; Ravishankar dan Venkataraman, 1993). Produktivitas Budaya sangat penting untuk praktis penerapan teknologi kultur sel tanaman produksi metabolit bioaktif tanaman tertentu.
Sampai saat ini, berbagai strategi telah dikembangkan untuk meningkatkan produksi metabolit sekunder dengan menggunakan kultur sel tanaman. Sel-sel kultur jaringan biasanya menumpuk dalam jumlah besar senyawa sekunder hanya dalam kondisi tertentu. Itu berarti maksimalisasi produksi dan akumulasi metabolit sekunder dengan jaringan tanaman sel kultur memerlukan (i) memanipulasi parameter lingkungan dan menengah, (ii) memilih sel unggul klon, (iii) makan prekursor, dan (iv) elisitasi.
Optimasi kondisi budaya: sejumlah faktor kimia dan fisik seperti komponen media, phytohormones, pH, suhu, aerasi, agitasi, cahaya mempengaruhi produksi metabolit sekunder memiliki diteliti secara luas (Lee dan Shuler, 2000; Wang et al, 1999.; Fett-Neto et al., 1995. Goleniowski dan Trippi, 1999). Beberapa produk yang ditemukan terakumulasi di sel kultur di tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman asli melalui optimasi dari budaya kondisi. Manipulasi aspek fisik dan unsur-unsur gizi dalam suatu budaya mungkin pendekatan yang paling mendasar untuk optimasi produktivitas budaya. Sebagai contoh, ginsenosides oleh Panax ginseng (Choi et al, 1994.; Furuya et al, 1984.; Franklin dan Dixon, 1994; Furuya, 1988;), asam Rosmarinic oleh Coleus bluemei (Ulbrich et al., 1985), shikonin oleh Lithospermum erythrorhizon (Takahashi dan Fujita, 1991), ubiquinone-10 oleh Nicotiana tabacum (Fontanel dan Tabata, 1987), berberin oleh Coptis japonica (Matsubara et al., 1989), adalah akumulasi dalam banyak tingkat yang lebih tinggi dalam sel kultur dari pada utuh tanaman.
Pemilihan strain berproduksi tinggi: tanaman kultur sel mewakili populasi heterogen di mana karakteristik fisiologis sel individu tanaman yang berbeda. Sintesis beberapa produk dalam jumlah tinggi menggunakan seleksi dan penyaringan dari kultur sel tanaman telah dijelaskan oleh Berlin dan Sasse (1985).
Metode sel kloning memberikan cara menjanjikan memilih jalur sel menghasilkan peningkatan tingkat produk. Sebuah strain Euphorbia mili akumulasi sekitar 7 kali lipat tingkat anthocyanin yang dihasilkan oleh orang tua budaya setelah 24 pilihan (Yamamoto et al., 1982). Seleksi dapat dengan mudah dicapai jika produk yang menarik adalah pigmen (Fujita et al., 1984). Sel kloning menggunakan sel agregat Coptis japonica (Yamada dan Sato, 1981), danregangan yang diperoleh, yang tumbuh lebih cepat dan menghasilkan jumlah yang lebih tinggi dari berberin dan dibudidayakan ketegangan dalam 14 L bioreaktor. dipilih garis sel meningkatkan pertumbuhan sekitar 6 kali lipat dalam 3 minggu dan jumlah tertinggi alkaloid diproduksi 1,2 g / L dari media dan regangan sangat stabil, menghasilkan tingkat tinggi dari berberin bahkan setelah 27 generasi. peningkatan capsaicin dan asam Rosmarinic di PEP baris sel dari Capsicum annuum dilaporkan (Salgado-Garciglia dan Ochoa-Alejo, 1990). Agen Selektif seperti 5-methyltryptophan, glifosat dan biotin juga telah dipelajari untuk memilih unggul baris sel (Amrhein et al, 1985.; Watanabe et al, 1982.; Widholm, 1974). Prekursor makan: pasokan eksogen dari prekursor biosintesis untuk media kultur mungkin juga meningkatkan hasil produk yang diinginkan. Pendekatan ini berguna ketika prekursor murah. Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa setiap senyawa, yang merupakan perantara, di atau di awal sekunder metabolit rute biosintesis, berdiri baik kesempatan meningkatkan hasil final produk. Upaya untuk menginduksi atau meningkatkan produksi tanaman metabolit sekunder, berdasarkan memasok,prekursor atau menengah senyawa, telah efektif dalam banyak kasus (Silvestrini et al, 2002;. Moreno et al, 1993.; Whitmer et al., 1998). Sebagai contoh, asam amino telah ditambahkan ke sel kultur suspensi media untuk produksi alkaloid tropane, alkaloid indol dll Penambahan fenilalanin untuk Salvia officinalis suspensi sel budaya merangsang produksi Rosmarinic acid (Ellis and Towers, 1970). Penambahan dari prekursor yang sama menghasilkan stimulasi produksi taxol dalam budaya Taxus (Fett-Neto et al., 1993 dan 1994). Feeding ferulic acid untuk budaya Vanilla planifolia mengakibatkan peningkatan akumulasi vanili (Romagnoli dan Knorr, 1988). Selain itu, penambahan leusin, menyebabkan peningkatan volatil monoterpen dalam kultur Perilla frutiscens, dimana penambahan geraniol untuk naik kultur sel menyebabkan akumulasi nerol dan sitronelol (Mulder-Krieger et al., 1988). Elisitasi: tanaman menghasilkan metabolit sekunder di alam sebagai mekanisme pertahanan terhadap serangan oleh patogen.
Elisitor adalah sinyal memicu pembentukan sekunder metabolit. Penggunaan Elisitor pertahanan tanaman mekanisme, yaitu elisitasi, telah menjadi salah satu strategi yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas metabolit sekunder bioaktif (Roberts dan Shuler, 1997). Elisitor biotik dan abiotik yang diklasifikasikan pada mereka asal digunakan untuk merangsang metabolit sekunder formasi kultur jaringan tanaman, sehingga mengurangi waktu proses untuk mencapai konsentrasi tinggi produk (Barz et al, 1988.; Eilert, 1987; DiCosmo dan Tallevi, 1985). Produksi banyak metabolit sekunder yang berharga menggunakan berbagai Elisitor dilaporkan (Wang dan Zhong, 2002a, 2002b; Dong dan Zhong, 2001; Hu et al, 2001.; Lee dan Shuler, 2000).
3.1 protokol kultur sel untuk produksi metabolit sekunder yang penting dibentuk di laboratorium kami
Sebagian besar aplikasi kultur jaringan tanaman di bioteknologi ditujukan untuk produksi metabolit sekunder bioaktif. Ini sudah termasuk produksi taxol, morfin dan kodein, ginsenosides, L-DOPA, berberin, diosgenin, capsaicin, podophyllotoxin, shikonin derivatif, Ajmalisin, vincristine dan vinblastin (Dicosmo dan Misawa, 1995). Karena kultur suspensi sel lebih disukai untuk produksi skala besar karena yang cepat siklus pertumbuhan mereka telah digunakan untuk menghasilkan sejumlah besar sel untuk kuantitatif atau analisis kualitatif tanggapan pertumbuhan dan metabolisme bahan kimia baru. Di laboratorium kami, kita fokus pada produksi beberapa farmasi penting dalam kultur jaringan tanaman. Kami telah berhasil membangun sel budaya untuk produksi taxol dari Taxus mairei, imperatorin dari Angelica dahurica, diosgenin dari Dioscorea doryophora, gentipicroside dan swertiamarin dari Gentiana, cryptotanshinone dari Salvia miltiorrhiza dan hasilnya dijelaskan dalam ulasan ini.
3.1.1 Studi kasus 1: Produksi taxol dari Taxus mairei oleh kultur suspensi sel
Pada awal 1969, Wani dan rekan-rekannya menemukan sebuah novel diterpen antikankeramida, "taxol" dari yew Pasifik (Taxus brevifolia) ekstrak (Wani et al, 1971). Pada tahun 1983, taxol adalah disetujui untuk memasuki fase I uji klinis untuk kanker ovarium oleh Food & Drug Administradon (FDA) di Amerika Serikat. Telah disetujui untuk pengobatan klinis ovarium dan kanker payudara oleh FDA, dan juga memiliki signifikan aktivitas dalam pengobatan pasien dengan melanoma ganas, kanker paru-paru, dan tumor padat lainnya (Wickremesinhe dan Arteca, 1993 dan 1994). Taxol dianggap sebagai prototipe kelas baru kanker agen kemoterapi (Cragg et al., 1993). Namun pasokan taxol untuk penggunaan klinis terbatas. Hal ini tergantung pada ekstraksi dari yew pohon, dan kulit adalah satu satunyakomersial sumber. Kulit tipis pohon yew mengandung 0,001% dari taxol dengan dasar berat kering. Dalam seabad pohon tua menghasilkan rata-rata 3 kg kulit kayu, sesuai dengan 300 mg taxol, yang sekitar dosis tunggal dalam perjalanan dari pengobatan kanker. Karena kelangkaan lambat pohon yang tumbuh dan relatif rendah isi taxol (Cragg et al., 1993), alternatif sumber yang diperlukan untuk memenuhi meningkatnya permintaan untuk obat. Total sintesis taxol pada skala industri tampaknya ekonomis realistis karena kompleksitas struktur kimia molekul ini (Holton et al, 1994.; Nicolaou et al., 1994). Pabrik kultur sel Taxus spp. dianggap sebagai salah satu dari pendekatan yang tersedia untuk memberikan stabil pasokan taksol dan turunannya taxane terkait (Slichenmyer dan Von Horf, 1991). Untuk memanfaatkan sumber taxol, kami mengumpulkan jaringan yang berbeda dari Taxus mairei, spesies ditemukan di Taiwan pada ketinggian sekitar 2000m di atas permukaan laut. Ekstrak kulit dan daun jaringan dianalisis dengan menggunakan HPLC atas isi taksol dan taxol terkait senyawa. Analisis HPLC mengungkapkan bahwa jumlah taksol dan taxol terkait senyawa bervariasi dalam individu tanaman, dan komponen prinsip seperti docetaxel, Baccatin III, dan 10-deacetylbaccatin dalam ekstrak daun yang lebih tinggi dibandingkan kulit ekstrak (Lee et al., 1995). Taxus mairei kalus diinduksi dari jarum dan batang eksplan pada media B5 (Gamborg ini et al., 1968) ditambah dengan 2 mg / l 2,4-D atau NAA. berbeda baris sel didirikan menggunakan batang dan jarum yang diturunkan kalus. Salah satu sel garis, setelah makan prekursor dan 6 minggu inkubasi, menghasilkan 200 mg per liter taxol kultur suspensi sel.
3.1.2 Studi kasus 2: Pembentukan imperatorin dari Angelica dahurica var. formosana oleh kultur suspensi sel
Angelica dahurica var. formosana umum dikenal sebagai "Bai-Zhi" di Cina adalah ramuan obat berharga digunakan dalam pengobatan sakit kepala dan psoriasis di Cina (Zhou,1980). The imperatorin konstituen telah disarankan sebagai bahan aktif utama untuk menyembuhkan penyakit kulit (Zhou et al., 1988). Angelica dahurica var. formosana adalah abadi dan tanaman asli di Taiwan (Chen et al., 1994). Sebagai produksi Bai-Zhi oleh konvensional Metode budaya jauh untuk memenuhi permintaan, metode kultur suspensi sel untuk produksi imperatorin oleh karena itu ditekankan. Untuk membangun berkembang pesat dan kultur suspensi sel terdispersi halus, yang terbaik komposisi media adalah 1/2 kekuatan media MS (Murashige dan Skoog ini, 1962) dilengkapi dengan 1 mg / L 2,4-D, 0,1 mg / L kinetin, dan 3% sukrosa.
-          Budidaya secara rutin sub kultur pada interval 14 hari.
Dalam siklus pertumbuhan sel suspensi, produksi imperatorin adalah maksimum antara hari ke-10 dan ke-14. Kondisi pertumbuhan, terutama faktor gizi yang optimal untuk imperatorin produksi juga diselidiki. Ditemukan bahwa media dasar MS adalah yang terbaik di antara media diuji pada imperatorin produksi. Pengaruh auksin pada produksi imperatorin diselidiki. Penghapusan auksin dari media itu bermanfaat untuk imperatorin produksi dan penambahan BA (0.5-1 mg / L) dipromosikan sintesis dari imperatorin dalam sel suspensi. Efek dari rasio amonium nitrat menjadi nitrat dalam medium juga telah dipelajari. Sebuah amonium nitrat moderat menjadi nitrat rasio (2: 1) meningkatkan jumlah imperatorin produksi. peningkatan fosfat konsentrasi (1 mM sampai 2 mM) dipromosikan imperatorin produksi. Glukosa ditemukan  menjadi jago bertaruh sumber karbon dibandingkan sukrosa dan fruktosa dalam hal pengaruhnya terhadap imperatorin produksi. Efek merangsang mungkin dari Elisitor pada sintesis imperatorin yang dipelajari. Penambahan sulfat vanadyl ke sel kultur suspensi meningkatkan akumulasi dari imperatorin, tergantung konsentrasi dan tahap pertumbuhan sel. yang paling berpengaruh signifikan direkam ketika vanadyl sulfat pada konsentrasi 30 mg / L adalah ditambahkan ke media pada hari ke-10 dari budaya. Sebuah peningkatan yang cepat dan drastis imperatorin  sintesis diamati dengan menambahkan 20 g / L adsorben Amberlite XAD-7 suspensi. Sel-sel pada hari ke-10 budaya. The kuantitas imperatorin diproduksi oleh ini pengobatan (460 mg / gd. w.) adalah 140 kali lipat lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh perlakuan cek (Tsay, 1999; Tsay et al., 1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel kultur yang dimiliki potensi biosintesis dari utuh tanaman dari mana mereka berasal. The Potensi biosintesis bisa lebih difasilitasi dengan penambahan stimulan yang tepat untuk medium kultur.
3.1.3 Studi kasus 3: Produksi Diosgenin dari Dioscorea doryophora oleh sel kultur suspensi Dioscorea spp.
(Dioscoreaceae) sering digunakan sebagai tonik dalam bahasa Cina tradisional obat-obatan. Dioscorea doryophora Hance, umbi-umbian dalam permintaan tinggi seperti yang digunakan tidak hanya sebagai simplisia tetapi juga sebagai makanan. Yang paling aktif bahan yang ditemukan di umbi adalah diosgenin, yang dapat digunakan sebagai prekursor bagi banyak steroid obat penting seperti prednisolon, deksametason, norethisterone dan metenolone dll (Tsukamoto et al., 1936). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun budaya suspensi sel Dioscorea doryophora Hance untuk produksi diosgenin, yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber untuk sintesis steroid (Yeh et al., 1994). Kalus berhasil diinduksi pada media MS basal ditambah dengan 2.0 mg / L 2, 4-D dan 0,2 mg / L BA. Kultur suspensi sel berhasil didirikan oleh subkultur kalus menjadi media cair yang mengandung MS medium basal ditambah dengan 0,2 mg / L 2, 4-D. Sukrosa optimal konsentrasi untuk diosgenin produksi diselidiki. Meskipun 6% sukrosa adalah optimum konsentrasi untuk pertumbuhan dan meningkatkan berat kering dari kultur suspensi sel, 3% sukrosa memberikan hasil yang lebih baik daridiosgenin yang produksi. Perbedaan dalam kualitas dan isi diosgenin dari kalus diinduksi yang diamati antara enam organ sumber. analisis by HPLC mengungkapkan bahwa kedua batang-node dan sel suspensi microtuber berasal terkandung diosgenin. Isi microtuber kultur suspensi sel yang berasal mengandung 3,2% diosgenin per gram berat kering, sedangkan, yang batang-node yang berasal budaya hanya berisi 0,3%. Kalus dari microtuber menunjukkan kekuningan warna dan granular dalam penampilan dan mengandung konten diosgenin tertinggi (3,3-3,5%). Karena jumlah diosgenin yang diperoleh dari umbi suspensi sel berasal adalah tinggi dan sebanding dengan yang ditemukan di umbi utuh (Chen, 1985), suspensi sel budaya dapat digunakan untuk produksi diosgenin.
3.4. Studi Kasus 4: Pembentukan Gentiana davidii var. formosana (Hayata) Kultur suspensi sel T. N.Ho
Gentiana davidii var. formosana (Hayata) T. N. Ho (Gentianaceae), umumnya dikenal sebagai Panjang-dan dalam bahasa Cina adalah ramuan asli abadi Taiwan. Konsumsi secara teratur Panjang-dan telah dipercaya untuk meningkatkan memori, mencegah obesitas dan penuaan, dan melindungi hati dengan menghapus metabolit toksik (Lou dan Chin, 1996 dan Zheng et al., 1997). Seluruh herbal kering, dikumpulkan dari alam liar habitat, digunakan sebagai simplisia dalam tradisional Pengobatan Cina di Taiwan. prinsip Bitter dari Gentianaceae merupakan banyak farmakologi senyawa penting, yang membenarkan penggunaan sebagian besar spesies dari keluarga ini di tradisional obat atau untuk persiapan pahit tonik (Rodriguez et al., 1996). Secoiridoid glikosida adalah senyawa utama dengan obat properti di akar spesies Gentiana (Skrzypczak et al., 1993). Kami telah mengoptimalkan kondisi untuk pembentukan dari kultur suspensi sel G. davidii untuk produksi gentipicroside dan swertiamarin, dua farmakologi senyawa penting. Kalus diinisiasi oleh kultur eksplan batang G. davidii var. formosa pada MS basal ditambah media dengan 0,2 mg / L kinetin dan 1,0 mg / L α Asam -naphthaleneacetic (NAA). cepat tumbuh kultur suspensi sel didirikan oleh subkultur kalus di media MS basal dilengkapi dengan 0,2 mg / L kinetin dan 3% sukrosa (Chueh et al., 2000). Pertumbuhan sel Optimal diperoleh ketika kalus dikultur dalam 25 mL cairan media MS basal dilengkapi dengan 0,2 mg / L kinetin dan 3% sukrosa, pH antara 4,2-5,2, diinkubasi dalam cahaya 2.33 μE m-2 s-1 pada 25 ± 1 , di bawah 80-100 putaran / menit kecepatan pengocok. maksimum isi dua prinsip, swertiamarin dan gentipicroside, dalam suspensi sel yang diperoleh setelah 12 dan 24 hari dari budaya masing-masing. Menggunakan protokol standar ini, dimungkinkan untuk mempelajari pengaruh prekursor makan pada isi prinsip aktif.
3.5. Studi kasus 5: Produksi cryptotanshinone dari kultur kalus dari Salvia miltiorrhiza Bunge.
Salvia merupakan genus penting yang terdiri dari ca. 900 spesies dalam keluarga Lamiaceae dan beberapa spesies Salvia telah dibudidayakan di seluruh dunia untuk digunakan dalam obat rakyat. Dan-shen, akar kering dari Salvia miltiorrhiza Bunge, adalah salah satu obat-obatan Cina yang paling populer dan banyak digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah untuk menghilangkan stasis darah, membersihkan diri panas, menghilangkan kekesalan, bergizi darah dan penenang pikiran dan pendinginan darah ke meredakan bisul (Verpoorte, 1998). Prinsip aktif utama dari ekstrak organik Dan-shen adalah tanshinones, quinoid yang diterpenes (Bruneton, 1995). Sejak Dan-shen persiapan merupakan dasar untuk cukup kegiatan komersial, ada yang dilanjutkan bunga dalam pengembangan biotechnologi - pendekatan berbasis pada produksi tanshinones (Hu dan Alfermann, 1993; Miyasaka et al., 1989 dan Shimomura et al., 1991). Dalam penelitian kami terus aplikasi kultur jaringan tanaman obat untuk produksi metabolit sekunder bioaktif, kami telah mengadopsi suatu pendekatan terhadap produksi cryptotanshinone dari S. miltiorrhiza melalui kultur kalus. Dalam hal ini efek eksperimen N 6- benziladenin (BA) dari formasi cryptotanshinone dalam kultur kalus dari Salvia miltiorrhiza adalah diperiksa. Kalus primer diinduksi oleh eksplan daun kultur pada Murashige dan Menengah (MS) basal Skoog yang disuplementasi dengan 1,0 mg / L 2,4-diklorofenoksi Asam (2,4-D) dalam kegelapan. Kalus menjamur lebih lanjut tentang media basal MS yang mengandung 1,0 mg / L 2,4-D dan 0,5 mg / L BA dan dianalisis untuk cryptotanshinone oleh kinerja tinggi kromatografi cair (HPLC). Hasil HPLC menunjukkan bahwa itu berisi sejumlah kecil cryptotanshinone (0.26 ± 0,05 mg / g berat kering.). Kelalaian dari 2,4-D dari media menghasilkan peningkatan yang ditandai dalam isi cryptotanshinone dalam kalus. Analisis HPLC mengungkapkan bahwa isi cryptotanshinone dalam kalus dikultur pada MS basal medium dengan 0.1, 0.2, 0,5, 1,0, dan 2,0 mg / L BA secara signifikan lebih tinggi dari simplisia dipasarkan (diolah bagian bawah tanah dari S. miltiorrhiza). Hasil maksimum cryptotanshinone (4.59 ± 0.09 mg / g berat kering.) Diamati pada kalus dikultur pada MS basal medium dengan 0,2 mg / L BA selama enam puluh hari (Wu et al., 2003).


BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
   Penggunaan kultur jaringan tanaman untuk produksi bahan kimia dan farmasi memiliki dan membuat langkah besar membangun kemajuan dalam ilmu pengetahuan tanaman. Peningkatan penggunaan alat genetik struktur dan pengaturan jalur untuk metabolisme sekunder akan memberikan dasar bagi produksi tingkat yang dapat diterima secara komersial produk. Peningkatan banding dari alam dari produk ini ialah untuk tujuan pengobatan ditambah dengan hasil panen produk dan kekhawatiran pasokan rendah peningkatan tanaman telah memperbaharui minat teknologi kultur jaringan tanaman untuk skala besar. Pengetahuan tentang jalur biosintesis dari yang diinginkan senyawa dalam tanaman serta budaya sering masih dalam masa pertumbuhan, dan akibatnya, strategi yang diperlukan untuk mengembangkan informasi berdasarkan tingkat seluler dan molekuler. Karena kompleks dan tidak lengkap  Sifat i sel tumbuhan dipahamdi dalam vitro budaya, kasus demi kasus studi telah digunakan untuk menjelaskan masalah yang terjadi di produksi metabolit sekunder dari sel tumbuhan berbudaya. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem kultur jaringan tanaman memiliki potensi untuk eksploitasi komersial dari metabolit sekunder. Pengenalan teknik biologi molekuler, sehingga menghasilkan transgenik budaya dan untuk mempengaruhi ekspresi dan regulasi jalur biosintesis, juga mungkin menjadi langkah penting menuju membuat kultur sel lebih umum berlaku untuk produksi komersial dari metabolit sekunder.


Daftar Pustaka

Vanisree Mulabagal and Hsin-Sheng Tsay. 2004. Plant Cell Cultures - An Alternative and Efficient Source for the Production of Biologically Important Secondary Metabolites. Institute of Biotechnology,Chaoyang University of Technology,Wufeng, Taichung county 413, Taiwan, R.O.C. International Journal of Applied Science and Engineering.2004. 2, 1: 29-48.